Bersyukur dalam penderitaan – LA

I Petrus 2:18-25 [Penderitaan Kristus sebagai teladan]

Perikop ini teramat sangat indah buat saya pribadi. Saya tidak bisa menahan air mata saya saat saya mengetahui apa yang Tuhan saya inginkan dari saya. Ini benar-benar surat cinta yang Dia buat khusus untuk saya. Sekali lagi saya merasa bahwa Tuhan sedang menanti saya untuk mengikuti jejak-Nya dalam penderitaan-Nya. Dia benar-benar sedang menunggu saya agar saya menyadari kasih karunia-Nya yang Dia berikan kepada saya.

Selama ini saya sudah salah mengerti Dia.

Seringkali saya terjebak dalam pemikiran bahwa kasih karunia-Nya adalah berupa pekerjaan yang baik yang saya telah miliki, berupa fasilitas-fasilitas hidup lainnya yang saya nikmati. Saya memang selalu memanjatkan syukur kepada-Nya dalam setiap doa saya untuk setiap fasilitas yang Dia telah berikan kepada saya. Saya tidak pernah Tetapi ternyata kasih karunia-Nya adalah “mengambil bagian dalam penderitaan-Nya”.

Kasih karunia-Nya adalah:

Bila saya dipukul walaupun saya tidak berdosa. Bila saya mampu untuk tunduk dengan penuh ketakutan kepada atasan saya yang bengis dan tidak berprikemanusiaan. Bila saya, karena sadar akan kehendak Allah, menanggung penderitaan yang tidak seharusnya saya tanggung. Bila saya telah berbuat baik, namun karena itu saya harus menderita. Ayat 20 katakan: “…maka itu adalah kasih karunia pada Allah.”

Juruselamat saya sedang memanggil saya untuk mengikuti jejak-Nya. Dia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya (ay 22). Ketika dicaci maki, Dia tidak membalas dengan caci maki; ketika menderita, Ia tidak mengancam tetapi menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil (ay 23).

Inilah kasih karunia-Nya…dan air mata saya mengalir karena saya menyadari bahwa saya telah memiliki kasih karunia tersebut, tetapi sayangnya saya bersedih karenanya, tertekan, bukannya mensyukurinya. Kemarin saya baru saja berpikir bahwa saya begitu malang, sehingga semua penderitaan ini harus saya tanggung. Berulang kali saya mengingat-ingat, kesalahan apa yang saya sudah buat sehingga menyebabkan kesedihan ini.

Tetapi ternyata, itu semua adalah kasih karunia yang harus saya syukuri. Terima kasih Tuhan, sudah mengingatkan saya betapa beruntungnya hidup saya dipenuhi dengan kasih karunia-Mu.

Leave a comment

Filed under Meditasi Alkitab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s