Harus Jatuh dulu untuk Menyadari kasih Tuhan?

Ulangan 29:1-29

[29] 40 tahun bangsa Israel di padang gurun, tetapi pakaian dan kasutnya tidak rusak.
Berbagai kejaiban yang tidak mungkin terjadi, Tuhan tunjukkan dari mesir ketika menghadapi Firaun sampai saat itu karena Tuhan mengasihi mereka dan untuk membuat mereka percaya sehingga mereka mau menaati segala perintah Tuhan.

Berbagai kemudahan mereka dapat(tiang api dan awan), segala apa yang mereka rengekkan diberikan Tuhan (termasuk daging yang sebenarnya tidak baik, namun sebagian dari mereka mati karena kerakusannya).

Tetapi semua hal itu tidak membuat bangsa Israel menjadikan Allah sebagai satu-satunya Allah yang harus disembah. Kerap kali mereka meninggalkan Tuhan untuk berbakti kepada ilah lain yang sesuai dengan keinginan hati mereka. Dan Allahpun menunjukkan kasihnya dengan menampar mereka agar mereka kembali pada-Nya.

Bagaimana dengan kehidupan saya?
Kehidupan yang datar-datar saja, sering membuat saya lupa bahwa semuanya ini karena kasih Tuhan. Segala sesuatu yang tersedia, segala sesuatu yang mudah saya raih, membuat saya berpikir bahwa ini memang karena kekuatan dan kehebatan saya.

Sehingga tanpa saya sadari saya menjadikan hal-hal lain (diri saya, pekerjaan dan kegiatan, gadget) sebagai ilah lain dalam kehidupan saya.

Dan ironisnya, ketika tamparan Tuhan yang lembut itu mengingatkan saya untuk datang kembali padaNya, saya mulai menanyakan kepada Tuhan mengapa saya mendapatkan hal itu. Lebih ironis lagi saya menyalahkan Tuhan atas kesengsaraan yang saya alami, yang sebenarnya itu karena saya yang membuat kesengsaraan itu sendiri.

Sering kali kesengsaraan yang saya alami karena ketidak patuhan saya pada hukum Tuhan saya sebut sebagai cobaan.

Tak ada jawaban dari segala kesengsaraan yang saya alami kecuali dalam Ul 29:29
“Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi Tuhan, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini”.

Yah, inilah jawaban dari segala kesengsaraan saya, karena masih ada Firman Tuhan yang saya lalaikan dalam kehidupan saya.
Semua kesengsaraan yang saya alami, Tuhan ijinkan terjadi agar saya kembali padanya dan ia sudah sangat rindu agar saya lebih dekat lagi padaNya,,

GBU,,

Leave a comment

Filed under Meditasi Alkitab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s