Peringatan dalam memberi nasihat – LA

Wahyu 2:12-17 [Kepada jemaat di Pergamus]

Jemaat Pergamus hidup di ‘takhta iblis’. Mungkin ini berarti bahwa di tempat/daerah dimana Jemaat Pergamus ini berada, merupakan tempat yang disemarakkan dengan perilaku-perilaku menyimpang, sehingga seakan-akan Iblis bertakhta di sana. Prinsip Balak dan Bileam pun dianut oleh beberapa orang (memotivasi orang lain untuk menyimpang dari kebenaran).

Allah sangat menyayangi umatnya sehingga Dia tidak akan mengampuni siapa saja yang sudah menyesatkan umat2-Nya. Saya harus berhati-hati saat saya memberi nasihat kepada orang lain. Saat saya memberi masukan atau ide. Apakah ide/nasihat saya menyesatkan atau menunjuk kepada kebenaran?

Setiap kesalahan yang saya telah buat, walaupun akibatnya dapat saya tanggung, tidak berarti bahwa saya dapat menjadikannya sebagai contoh bagi orang lain.

Kesembronoan saya dalam ketepatan waktu kerja bukanlah sesuatu yang baik yang harus saya ceritakan kepada orang lain. Hanya sesuatu yang pantas diteladani, yang harus saya beritakan kepada orang lain.

Leave a comment

Filed under Meditasi Alkitab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s