Yang tak Kenal Yesus tahu berbuat baik

Saya menumpang di tempat penjual sate dan sop untuk menunggu jemputan. Awalnya saya ragu untuk menumpang, tetapi saya beranikan diri untuk berbicara :”bang, numpang nunggu boleh gak?nanti klo penuh, saya pergi deh”.

Si abang penjual sate yang baik hati dengan ramah menjawab “Santai aja mba, nggak pa-pa kok”.

Karena memang yang menjemput terjebak macet, cukup lama juga saya menumpang disini dan hujanpun turun dengan derasnya. Tukang sate dan teman-temannya asyik mengobrol. Hingga kami dikejutkan dengan kecelakaan kecil. Karena hujan turun, jalanan menjadi licin dan pengendara motorpun terjatuh.

Yang membuat saya terkejut, tukang sate dan salah seorang temannya menempuh hujan untuk menolong orang yang terjatuh. Sedangkan saya terduduk manis di tempat saya. Takut basah, merasa kuatir klo barang-barang saya tinggalkan dan lain-lain sebagainya.

Setelah menolong, mereka kembali. Baju mereka basah, tetapi tidak ada persungutan atau kuatir kalau-kalau nanti sakit karena masuk angin. Mereka tetap tersenyum dan kembali berbincang-bincang santai. Tidak menganggap pengorbanannya itu adalah suatu pengorbanan.

Sunngguh firman hidup di pembukaan sabat yang luar biasa. Saya merasa malu luar biasa dengan Tuhan karena mereka yang belum mengenal Yesus lebih mengetahui bagaimana caranya untuk berbuat baik, walaupun harus memberikan sedikit pengorbanan.

Leave a comment

Filed under Kesaksian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s