Kapan saya bisa mengucap syukur dengan sorak sorai? – LA

Ezra 3:8-13 [Perletakan dasar Bait Suci]

Saatnya tiba utk peletakan batu pertama. Setelah melalui proses yang panjang, dari mulai permohonan ke Raja Koresh agar Bangsa Israel boleh pulang kampung, kemudian proses pengumpulan dana, lalu proses sensus, dan pengaktifan kembali upacara korban, hingga batu pertama bisa diletakkan yang berarti pembangunan Yerusalem akan segera dimulai.

Alkitab mengatakan, bahwa saat peletakan dasar Bait Suci dilakukan, semua orang bersorak-sorai menyanyikan nyanyian pujian dan syukur bagi Tuhan. Beberapa orang2 tua menangis krn mengenang Bait Suci yang pertama dahulu, tetapi tangisan mereka tidak terdengar lagi krn lebih banyak yang bersorak-sorai. Suara nyaring karena kegirangan terdengar sampai jauh.

Kenapa Bangsa itu bersorak-sorai? Apakah mereka tidak terlalu cepat untuk bersorak-sorai sementara Pembangunan Bait Suci juga baru mulai dari dasar? Ucapan syukur mereka bukanlah ucapan syukur dalam hati, tetapi ucapan syukur yang dibunyikan sampai suara mereka kedengaran dari kejauhan. Orang2 lain mendengar ucapan syukur mereka.

Saya menyadari bahwa utk bersorak-sorai menyanyikan nyanyian pujian dan syukur, saya tidak perlu menunggu hingga semua proses selesai. Saya bisa mengeluarkan sorak-sorai ucapan syukur kapan saja. Tidak perlu mengumpulkan bukti atau alasan yang kuat utk bersorak-sorai mengucap syukur.

Suatu saat saya mulai berencana untuk mengadakan KPA di tempat saya tinggal, saya takut untuk mengucap syukur melalui kesaksian di Rabu Malam atau Vesper, krn saya menunggu respon dari para tetangga yang saya telah undang. Setelah beberapa tetangga merespon positif dan tanggal pertemuan pertama telah ditetapkan, saya masih menunggu utk bisa mengucap syukur dalam kesaksian Rabu Malam. Saya menunggu hingga pertemuan pertama terlaksana. Saat itu terlaksana, saya menunggu hingga beberapa minggu lagi, lalu saya menunggu hingga ada bible interest, lalu saya menunggu lagi hingga ada babtisan, lalu saya menunggu lagi hingga babtisan dilaksanakan, lalu saya menunggu dan menunggu hingga akhirnya sorak-sorai ucapan syukur tidak pernah keluar dari mulut saya.

Doa: Ya Allah, beranikan saya untuk mengucap syukur dengan sorak sorai hari ini! Amin.

Leave a comment

Filed under Meditasi Alkitab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s