Malu Meminta – LA

Ezra 8 [Persiapan Perjalanan]

Ezra 8:22-23:

Karena aku malu meminta tentaradan orang-orang berkuda kepada raja untuk mengawal kami terhadap musuh di jalan; sebab kami telah berkata kepada raja, demikian: "Tangan Allah kami melindungi semua orang yang mencari Dia demi keselamatan mereka, tetapi kuasa murka-Nya menimpa semua orang yang meninggalkan Dia." Jadi berpuasalahkami dan memohonkan hal itu kepada Allahdan Allah mengabulkan permohonan kami.

Kadang saya juga merasa malu untuk meminta pertolongan, walaupun sebenarnya saya sangat membutuhkan hal tersebut. Dan saya selalu merasa bahwa rasa “malu untuk meminta” itu adalah dosa. Saya menganggapnya sebagai suatu kesombongan. Tapi pagi ini saya memperoleh pencerahan.

Nabi Ezra juga pernah merasa malu untuk meminta perlindungan dalam perjalanannya beserta rombongan menuju ke Yerusalem. Perjalanan yang sangat berbahaya karena bisa saja mereka bertemu dengan penyamun, perampok, pembunuh, dan bangsa-bangsa musuh. Berjalan melewati (mungkin) padang gurun ataupun melalui kota-kota lain benar2 beresiko tinggi terhadap nyawa dan misi mereka. Nabi Ezra bisa saja meminta perlindungan kepada raja agar pasukan berkuda dan tentara menyertai dia dan rombongannya sepanjang perjalanan mereka. Nabi Ezra memiliki akses pengamanan kelas kerajaan, namun dia memilih untuk tidak menggunakan fasilitas tersebut karena dia ingin menunjukkan bahwa Tangan Allah yang dia sembah lebih kuat dari pasukan berkuda dan para tentara.

Sekilas saya melihat kekonyolan dalam keputusan Nabi Ezra ini. Dia mempertaruhkan nyawa ribuan orang yang bersamanya dan juga mempertaruhkan misi yang Allah telah berikan kepadanya hanya karena “malu meminta”. Tapi untuk menunjukkan kekuatan dan kuasa Allah, saya juga perlu berada dalam posisi tanpa ‘fasilitas’.

Apa fasilitas yang saya miliki saat ini yang mungkin perlu untuk saya tinggalkan sejenak, agar kuasa Allah dapat dinyatakan?

Doa: Tuhan tolong agar saya dapat seperti Nabi Ezra, malu untuk meminta kepada manusia agar kemuliaan Allah dapat dinyatakan melalui hidupnya. Amin.

Leave a comment

Filed under Meditasi Alkitab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s