Senjata ditangan kiriku – LA

Nehemia 4 [Kewaspadaan terhadap orang-orang yang menentang pembangunan]

Sewaktu bangsa Israel bekerja membangun tembok Yerusalem, banyak pertentangan yang timbul dari luar maupun dalam. Saat mereka menghadapi tantangan dari luar, mereka memiliki kiat yang jitu untuk mengatasinya. Mereka bekerja dengan satu tangan sementara tangan yang lain memegang senjata. Hal ini berarti mereka tidak berhenti bekerja namun juga tidak meremehkan masalah yang timbul. Walaupun mereka percaya kepada Tuhan, namun bukan berarti mereka tidak memperlengkapi diri dengan persenjataan untuk melindungi diri dan pekerjaan mereka.

Hal yang sama perlu juga saya tiru. Saat saya menghadapi tantangan dari luar, bukan berarti saya harus berhenti ‘membangun’. Bukan juga berarti bahwa saya harus mati konyol dalam pelayanan itu. Perlengkapan perlindungan diri perlu saya pakai. Memang pekerjaan saya bisa menjadi terasa lebih berat karena yang tadinya saya bisa bekerja dengan dua tangan, saat ada perlawanan dari luar, saya hanya bekerja dengan satu tangan sementara tangan yang lain memegang ‘senjata’. Apa senjata saya? Senjata saya adalah Firman Allah.

Doa: Bapa, saat ini saya merasa pekerjaan menjadi lebih berat karena adanya tantangan dari luar. Tapi saya tidak mau menghentikan pekerjaan ini. Persenjatai saya dengan Firman-Mu. Amin!

Leave a comment

Filed under Meditasi Alkitab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s