Saya berhenti meditasi Alkitab – LA

Hakim-hakim 19

Saya tidak pernah membaca/mendengar/atau melihat kekejaman seperti yang tertulis di dalam Buku Hakim-hakim pasal 19 ini. Seandainya pun peristiwa itu ada, saya berharap hal tersebut hanya terjadi di film-film dan bukan dalam Alkitab. Bukan terjadi pada bangsa pilihan Allah, bangsa yang seharusnya menjadi penggenapan janji keselamatan. Saya membaca cerita ini hari selasa minggu lalu, dan setelah nya saya tidak bisa melanjutkan meditasi alkitab lagi. Sampai hari ini.

Buat saya, hal itu teramat kejam. Sampai merusak selera makan saya. Berhari-hari airmata saya masih mengalir setiap kali saya mengingat hal tersebut. Bukan kekejamannya yang saya sedihkan. Tetapi saya bisa merasakan kekecewaan Tuhan saat melihat umat pilihannya (yang notabene berasal dari kaum Lewi dan Benyamin) sampai melakukan kekejaman tersebut. Manusia yang Dia ciptakan untuk suatu misi mulia, yaitu misi keselamatan, menjadi rendah lebih rendah dari binatang oleh hawa nafsunya. Manusia yang untuknya Dia rela mati, ternyata memang sama sekali tidak berharga. Saya sedih. Saya teramat kecewa. Setelah saya melihat kekejaman bangsa pilihan itu, saya jijik dan tidak mau mendengar nama mereka lagi, saya tidak mau membaca cerita mereka lagi sampai hari ini. Rasanya saya ingin menghilangkan nama Bangsa Israel dari ingatan saya. Selamanya!

Saya rasa Allah pun merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan. Tetapi bedanya, Allah saya itu tetap datang kepada Bangsa Israel untuk memperingatkan mereka. Allah saya itu tetap datang ke dunia untuk mati bagi mereka (dan juga saya). Allah saya itu tetap mendengar doa-doa mereka. Allah saya itu tetap menyayangi mereka. Allah saya itu memang pernah membuang mereka tetapi kemudian mengumpulkan mereka kembali ke Yerusalem. Betapa kasih Allah itu memang tidak terukur dalamnya, dan hal itulah yang membuat saya semakin takut untuk menyakiti hati-Nya lagi.

Saat ini saya masih bergumul untuk melanjutkan meditasi Alkitab. Apakah saya tutup saja buku Hakim-hakim ini dan pindah ke buku yang lain? Saya masih harus banyak berdoa.

Doa: Tuhan, tolong saya untuk lebih memahami kasih-Mu. Agar saya mampu memberikan kasih yang sama seperti kasih-Mu. Amin.

Leave a comment

Filed under Meditasi Alkitab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s