Muka yang Bercahaya

Keluaran 34

Sulit bagi saya membayangkan muka Musa yang bercahaya. Apakah seperti senter yang menyilaukan akan bepedar…. Nanti akan saya tanyakan kepada Musa di surga.

Poin yang terpenting adalah bagaiamana sampai muka Musa bercahaya. Tuhan menyatakan dirinya sebagai “TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.”

Refleksi dari keagungan Tuhan ini dinyatakan dengan penurutan terhadap perintah-perintah Tuhan. Hasil dari penurutan ini memungkinkan manusia untuk berbicara “muka dengan muka” dengan Tuhan. Hasil bertemu Tuhan, kemuliaan-Nya terefleksi dalam “muka yang bercahaya”.

Sudahkah muka saya bercahaya? Untuk menjawabnya ada 2 pertanyaan yang harus ditanyakan. Pertama, sudahkan saya menuruti hukum-hukum Tuhan? Kedua, sudahkah saya bertemu Tuhan “muka dengan muka”?

Doa: Bapa, ini saya. Jadikan saya alat-Mu untuk menyatakan kemuliaan-Mu. Amin.

Sent from my iPad

Leave a comment

Filed under Meditasi Alkitab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s