Because HE lives

“Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.” (Ayub 19:25).

Ayub 19:13-29
– Pengalaman iman Ayub merupakan contoh orang yang luar biasa untuk menggambarkan kesetiaan sebagai umat Allah.
– Coba kita renungkan kejadian tragis yg dialami Ayub :
1. Ditinggalkan saudara kandungnya sendiri (13)
2. Teman-temannnya lupa sama dia (14)
3. Pembantunya jual mahal,Ayub hrs rayu2 dulu baru pembantunya mau nolongin (15-16)
4. Bau nafas, badannya jg bau (17)
5. Anak2nya menghina dan mengejek dia (18)
6. Semua org yg dia sayang melawan sama dia (19)
7. Badannya cuma tinggal kulit berbungkus tulang (20)😦
Tapi walaupun itu terjadi, Ayub tidak pernah bersungut,dia tdk menyalahkan Tuhan, tapi dia PERCAYA dan tahu bahwa penebusnya hidup dan akan menolong dia.

Interpretasi :
1. Tuhan mengijinkan kita untuk berjuang mendaki gunung yang curam, agar kita sadar, apabila kita sampai di tempat yang kita pikir itu adl puncaknya, kenyataannya itu ternyata masih sangat jauh.
2. Kadang Tuhan memimpin kita dalam perjalanan jauh, untuk menyadarkan kita, ketika sampai di ujung jalan,ternyata itu bukanlah tujuan yang kita harapkan.
3. Ketika Tuhan mengijinkan kita menyebrang melalui air yang dalam, kita temukan bahwa Tuhan menyertai kita, Dia menolong kita untuk melewatinya.

Kita puji Tuhan karena tidak satu moment pun dalam hidup kita untuk berjalan sendiri. Segala ujian hidup yang kita alami untuk membuat kita sadar, bahwa tidak ada gunanya hanya mengandalkan diri sendiri saja,tetapi kita harus percaya bhw Tuhan akan bantu kita untuk melewatinya, sesuai dengan janjiNya pada kita dalam ayat:
“Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.” (Yesaya 43:1-2).”

Inilah alasan yang membuat kita harus percaya bahwa Allah kita adalah Allah yang hidup. Tuhan memberkati kita.

Leave a comment

Filed under Meditasi Alkitab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s