Apa Tujuan Hidupku?

Kejadian 36

Esau hidup hanya untuk satu hari! Ketika dia kelaparan, dengan santai dia menjual hak kesulungannya tanpa memikirkan akibatnya di kemudian hari. Ketika dia bertemu wanita idaman orang Het, segera dia menikahinya tanpa memikirkan akan jadi apa keturunannya kelak, penyembah Allah yang benar atau penyembah berhala.

Esau yang hidupnya hanya untuk satu hari saja tanpa memikirkan masa kekekalan, catatan sejarahnya berakhir di Kejadian 36. Sangat kontras dengan kakek, ayah dan saudaranya, Abraham, Isak dan Yakub yang nama mereka disebut berulang kali dalam catatan Alkitab dan mereka dijadikan teladan iman.

Bagaimana kehidupan saya sekarang? Apakah yang orang kenang tentang saya jika saya telah mati? Apakah saya akan memperoleh hidup kekal? Hari ini saya memilih hidup dalam rencana dan untuk kemuliaan Tuhan.

Doa: “Bapa, dunia ini sangat penuh penarikan yang membuat saya lupa tentang hidup kekal yang Engkau telah sediakan bagi saya. Tolong saya membuat keputusan dari hari ke hari yang mengarahkan saya menuju Engkau. Amin.”

Sent from my iPad

Leave a comment

Filed under Meditasi Alkitab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s