Pengharapan: Apa dan Mengapa

Wahyu 1

Pengharapan membuat seseorang bertahan dalam menghadapi kesulitan dan penderitaan. Jika seseorang kehilangan pengharapan maka orang tersebut sama seperti “mayat hidup”. Secara fisik hidup tetapi sudah tidak memiliki semangat dan tujuan hidup.
Yesus tahu kondisi kita sebagai manusia, Dia mengingatkan kembali pengharapan yang seharusnya berkobar- kobar di hati setiap manusia, “Waktunya sudah dekat! Ia datang di awan-awan!” Apa yang membuat saya percaya janji itu? Tergantung kepada siapa yang memberikan janji itu. Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai:
Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini.
Aku adalah Alfa dan Omega, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.
Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Jika yang memberikan janji adalah Oknum dengan semua atribut yang di atas, saya tidak punya alasan untuk tidak percaya.

Doa: “Bapa, terima kasih untuk kepastian janji-Mu dan jaminan penggenapan janji-Mu. Ajar saya percaya kepada janji-janji-Mu. Amin.”

Sent from my iPad

Leave a comment

Filed under Meditasi Alkitab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s