Nasib Saya

Wahyu 5

Kelihatannya nasib manusia tertulis dalam gulungan kitab yang dimeteraikan dengan 7 meterai sehingga Yohanes yang menyaksikan peristiwa itu “menangis… dengan amat sedih.” Ternyata hidup manusia itu sesungguhnya tanpa pengharapan!

Bersyukur kepada Anak Domba seperti telah tersembelih yang sanggup menyelamatkan semua orang termasuk saya. Terhadap apa yang telah diperbuat, semua makhluk surga tersungkur, menyembah dan memuliakan Dia.

Yesus tidak mati bagi mereka. Dia mati bagi saya. Tetapi mengapa para makhluk surga tersebut sedemikian sungguh-sungguhnya mengagungkan Dia sementara saya yang seharusnya lebih sungguh-sungguh malah hidup tidak perduli kepada Yesus yang telah mati bagi saya.

“Dosa besar! Tidak tahu diri! Yang malang tetapi sombong sekali!” adalah kata-kata yang saya rasakan ditujukan kepada saya. Saya mau bertobat hari ini. Saya memilih untuk hidup bagi Yesus yang telah mati bagi saya.

Doa: “Bapa, ampuni saya karena selama ini saya “take for granted” keselamatan yang diberikan kepada saya. Ajar saya bersyukur untuk anugrah-Mu yang tak terhingga nilainya itu. Sanggupkan saya hidup bagi Engkau mulai sekarang. Amin”

Happy Sabbath, all…

Sent from my iPad

Leave a comment

Filed under Meditasi Alkitab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s