Celaka, Celaka, Celakalah

Wahyu 8:6 – 13

Saya tertegun dan galau membaca akibat yang disebabkan oleh 3 malaikat pertama ketika mereka meniupkan terompet. Malapetaka silih berganti datang! Wow, kengerian yang luar biasa!

Yohanes menulis, “Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: “Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya.””

Celakalah orang yang diam di atas bumi. Kenapa ada 3 kali diucapkan celaka? Pertama, karena ini memang benar-benar celaka yang luar biasa. Kedua, ada 3 terompet dan setiap kali terompet dibunyikan, celaka dahsyat terjadi. Ketiga, manusia terdiri dari 3 unsur dan celakalah kalau ketika unsur tersebut diam di bumi.

Unsur pertama adalah fisik, kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk hal ini. Memang saya sudah di bumi tapi saya tahu bahwa saya bukan dari bumi dan akan kembali ke surga yang Tuhan sediakan bagi saya. Saya celaka kalau tetap di dunia ini karena sebagaimana dunia ini akan dibinasakan saya juga akan binasa. Unsur kedua adalah pikiran atau logika, apakah cara berpikir saya sama seperti dunia atau sama seperti Kristus. Hal apa yang paling banyak saya pikirkan? Diri atau Tuhan? Kalsu pikiran saya di dunia, tubuh saya akan di dunia ini juga. Unsur kedua adalah hati atau emosi. Hal-hal apa yang paling menarik dan saya senangi? Saya lebih senang berada di gereja atau tempat kongkow-kongkow? Saya lebih senang baca Alkitab atau menonton tv? Perasaan akan mempengaruhi logika. Pilihan yang salah akan menghasilkan akibat yang mengerikan.

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Doa: “Bapa, terima kasih untuk amaran-Mu betapa celakanya saya kalau tubuh, pikiran dan hati saya serupa dengan dunia. Ampuni saya atau kelalaian saya selama ini. Hari ini, perbaharui saya. Jadikan saya sama seperti Yesus. Amin.”

Selamat hari persiapan untuk menyambut Sabat!

Sent from my iPad

Leave a comment

Filed under Meditasi Alkitab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s